Sebelumnya telah saya bahas mengenai beberapa uji yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi karbohidrat bagian pertama dan juga bagia ke-dua. Kali ini akan saya lanjutkan pembahasan terakhir untuk identifikasi karbohidrat bagian ke-tiga.
Karbohidrat dengan zat tertentu akan menghasilkan warna tertentu yg dapat dgunakan untuk analisis kualitatif. Beberapa reaksi yg lebih spesifik dpt membedakan golongan karbohidrat. Banyak cara untuk mengetahui atau mengidentifikasi karbohidrat dalam suatu bahan alam, diantaranya adalah sebagai berikut:
9. Uji Bial
Uji bial untuk menguji adanya gula pentose. Pemanasan pentose dengan HCl pekat akan menghasilkan furfural yang berkondensasi dengan orcinol dan ion feri. Hasil pemanasan akan menghasilkan warna biru hijau yang menunjukkan adanya gula pentosa.
Prinsip
Pada uji bial, dasar dari percobaannya adalah dehidrasi
pentosa oleh HCl pekat menghasilkan furfural dengan penambahan orsinol
(3.5-dihidroksi toluena) akan berkondesasi membentuk senyawa kompleks berwarna
biru.
10. Uji Asam Musat
Prinsip
Dilakukan
untuk membedakan antara glukosa dan galaktosa. Larutan uji dicampurkan dengan
HNO3 pekat kemudian
dipanaskan. Karbohidrat dengan asam nitrat pekat
akan menghasilkan asam yang dapat larut. Namun, laktosa dan galaktosa
menghasilkan asam musat yang dapat larut.
11. Hidrolisa Sukrosa
Sukrosa adalah karbohidrat
golongan disakarida yang terdiri dari dua unit monosakarida, yaitu glukosa dan
fruktosa. Dengan asam kuat encer
sukrosa dapat dihidrolisa menjadi unit-unit monosakaridanya.
Hidrolisis sukrosa
ini untuk membuktikan apakah hasil hidrolisis dari sukrosa adalah glukosa dan
fruktosa yaitu dengan cara setelah sukrosa dihidrolisis, larutan yang telah
dihidrolisis itu dites dengan test benedict untuk membuktikan glukosa dan test
seliwanoff untuk membuktikan ada fruktosa.
Hal ini menyebabkan uji Benedict dan uji Seliwanoff yang sebelum hidrolisis memberikan hasil negatif menjadi positif. Uji Barfoed menjadi positif pula dan menunjukkan bahwa hidrolisis sukrosa menghasilakn monosakarida.
Prinsip
Untuk mengidentifikasi hasil hidrolisis sukrosa digunakan
larutan sukrosa 1%, pereaksi Benedict, pereaksi Seliwanoff, pereaksi Barfoed,
larutan HCl pekat, larutan NaOH 2% sebagai bahannya. larutan sukrosa
ditambahkan dengan HCl pekat lalu dipanaskan selama 45 menit. Setelah
didinginkan dinetralkan dengan NaOH 2%. Lalu diuji
dengan pereaksi Benedict, Seliwanoff, dan Barfoed.
No comments:
Post a Comment