By
All About Knowledge
at
August 12, 2017
Sebelumnya telah saya
bahas mengenai beberapa uji yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi
karbohidrat bagian pertama. Kali ini akan saya lanjutkan pembahasan untuk
identifikasi karbohidrat bagian ke-dua.
Karbohidrat dengan zat
tertentu akan menghasilkan warna tertentu yg dapat dgunakan untuk analisis
kualitatif. Beberapa reaksi yg lebih spesifik dpt membedakan golongan
karbohidrat. Banyak cara untuk mengetahui atau mengidentifikasi
karbohidrat dalam suatu bahan alam, diantaranya adalah sebagai berikut:
5.
Uji Fehling
Prinsip
reaksi ini yaitu menggunakan gugus
aldehid pada gula untuk mereduksi senyawa Cu2SO4 menjadi Cu2O (enpadan berwarna
merah bata) setelah dipanaskan pada suasana basa (Benedict dan Fehling) atau
asam (Barfoed) dengan ditambahkan agen pengikat (chelating agent) seperti
Na-sitrat dan K-Na-tatrat.
6. Uji Tollens
Prinsip
Aldehid dioksidasi menjadi anion karboksilat, ion Ag+
dalam reagensia Tollens direduksi menjadi logam Ag. Uji positf ditandai dengan
terbentuknya cermin perak pada dinding dalam tabung reaksi.
Uji ini untuk positif
terhadap karbohidrat pentosa yang membedakannya dengan heksosa. Aldehida dapat
mereduksi pereaksi Tollens sehingga membebaskan unsur perak (Ag).
Pereaksi tollens,
pengoksidasi ringan yang digunakan dalam uji ini, adalah larutan basa dari
perak nitrat. Larutannya jernih dan tidak berwarna. Untuk mencegah pengendapan
ion perak sebagai oksida pada suhu tinggi, maka ditambahkan beberapa tetes
larutan amonia.
Amonia membentuk kompleks larut air dengan ion perak. Pereaksi
Tollens mengandung ion diammin perak(I), [Ag(NH3)2]+.
Ion ini dibuat dari larutan perak (I) nitrat. Caranya dengan memasukkan setetes
larutan natrium hidroksida ke dalam larutan perak (I) nitrat yang menghasilkan
sebuah endapan perak (I) oksida, dan selanjutnya tambahkan larutan amonia encer
secukupnya untuk melarutkan ulang endapan tersebut.
Pereaksi Tollens sering
disebut sebagai perak amoniakal. Endapan perak pada uji ini akan menempel
pada tabung reaksi yang akn menjadi cermin perak. Oleh karena itu Pereaksi
Tollens sering juga disebut pereaksi cermin perak.
7. Uji Osazon
Prinsip
Pada uji Osazon, yang mendasarinya adalah pemanasan
karbohidrat yang memiliki gugus aldehida atao keton bersama fenilhidrazin
berlebihan akan membentuk hidrazon atau osazon. Osazon yang terbentuk mempunyai
bentuk kristal dan titik lebur yang spesifik.
Osazon dari disakarida larut
dalam air mendidih dan terbentuk kembali bila didinginkan, namun sukrosa tidak
membentuk osazon karena gugus aldehida dan keton yang terikat pada monomernya
sudah tidak bebas, sebaliknya osazon monosakarida tidak larut dalam air
mendidih.
Pada uji Osazon, yang
mendasarinya adalah pemanasan karbohidrat yang memiliki gugus aldehida atau
keton bersama fenilhidrazin berlebihan akan membentuk hidrazon atau osazon.
Osazon yang terbentuk mempunyai bentuk kristal dan titik lebur yang spesifik.
Osazon dari disakarida larut dalam air mendidih dan terbentuk kembali bila
didinginkan, namun sukrosa tidak membentuk osazon karena gugus aldehida dan
keton yang terikat pada monomernya sudah tidak bebas, sebaliknya osazon
monosakarida tidak larut dalam air mendidih.
Beberapa larutan uji menunjukkan
reaksi positif dengan membentuk kristal berwarna kuning yang disebut dengan
osazon yaitu larutan fruktosa dan galaktosa dan larutan lainnya tidak membentuk
kristal osazon. Setelah diamati di bawah mikroskop, bentuk kristal dari
fruktosa adalah pentagonal sedangkan pada galaktosa segi empat runcing.
8. Uji Iodium
Prinsip
Polisakarida
dengan penambahan iodium akan membentuk kompleks adsorpsi berwarna yang
spesifik. Amilum atau pati dengan iodium menghasilkan warna biru , dekstrin
menghasilkan warna merah anggur, sedangkan glikogen dan sebagian pati yang
terhidrolisis bereaksi dengan iodium membentuk warna cokelat.
Karbohidrat dengan golongan
polisakarida akan memberikan reaksi dengan larutan iodium dan memberikan warna
yang spesifik bergantung pada jenis karbohidratnya. Analisa dengan iodin akan
berwarna biru, amilopektin dengan iodin akan berwarna merah violet, glikogen
dengan iodin akan berwarna merah cokelat, begitu juga dengan dekstrin.
Uji Iodium dilakukan untuk menentukan polisakarida. Larutan uji
dicampurkan dengan larutan iodium. Hasil positif ditandai dengan amilum dengan
iodium berwarna biru, dan dekstrin dengan iodium berwarna merah anggur.
Demikian
penjelasan mengenai Analisa Kualitatif untuk Identifikasi Karbohidrat Part II.
Untuk bagian selanjutnya silakan ditunggu ya. Semoga bermanfaat !!!
No comments:
Post a Comment