By
All About Knowledge
at
April 22, 2018
Pada
pembahasan sebelumnya saya sudah membahas apa itu pengertian dan klasifikasi
dari batuan beku. Dalam mengidentifikasi jenis batuan beku, maka sangat
diperlukan untuk mengetahui karakteristik dari batuan beku tersebut baik sifat
fisik dan komposisi mineralnya.
Karakteristik dari Batuan Beku
1.
Tekstur
Tekstur
didefinisikan sebagai keadaan atau hubungan yang erat antar mineral-mineral
sebagai bagian dari batuan dan antara mineral-mineral dengan massa gelas yang
membentuk massa dasar dari batuan. Teksur batuan tergantung pada kecepatan,
orde kristalisasi, temperature, komposisi kandungan gas dan viskositas magma
serta tekanan.
Hukum
yang berkaitan dengan tekstur batuan:
·
Jika suatu mineral dilingkupi mineral lain
maka mineral yang melingkupi lebih muda
·
Mineral yang terbentuk lebih awal biasanya
euhedral daripada yang terbentuk kemudian
·
Jika suatu kristal kecil terdapat
bersama-sama dengan kristal besar, maka kristal besar terbentuk lebih dahulu
Tekstur
pada batuan beku umumnya ditentukan oleh tiga hal yang penting, yaitu:
a)
Kristalinitas
Kristalinitas
adalah derajat kristalisasi dari suatu batuan beku pada waktu terbentuknya
batuan tersebut. Kristalinitas dalam fungsinya digunakan untuk menunjukkan
berapa banyak yang berbentuk kristal dan yang tidak berbentuk kristal, selain
itu juga dapat mencerminkan kecepatan pembekuan magma.
Apabila
magma dalam pembekuannya berlangsung lambat maka kristalnya kasar. Sedangkan
jika pembekuannya berlangsung cepat maka kristalnya akan halus, akan tetapi
jika pendinginannya berlangsung dengan cepat sekali maka kristalnya berbentuk
amorf.
Dalam
pembentukannnya dikenal tiga kelas derajat kristalisasi, yaitu:
·
Holokristalin, yaitu batuan beku dimana
semuanya tersusun oleh kristal. Tekstur holokristalin adalah karakteristik
batuan plutonik, yaitu mikrokristalin yang telah membeku di dekat permukaan.
·
Hipokristalin, yaitu apabila sebagian
batuan terdiri dari massa gelas dan sebagian lagi terdiri dari massa kristal.
·
Holohialin, yaitu batuan beku yang semuanya
tersusun dari massa gelas. Tekstur holohialin banyak terbentuk sebagai lava
(obsidian), dike dan sill, atau sebagai fasies yang lebih kecil dari tubuh
batuan.
b)
Granularitas
Granularitas
didefinisikan sebagai besar butir (ukuran) pada batuan beku. Pada umumnya
dikenal dua kelompok tekstur ukuran butir, yaitu:
·
Fanerik/fanerokristalin
Besar
kristal-kristal dari golongan ini dapat dibedakan satu sama lain secara
megaskopis dengan mata biasa. Kristal-kristal jenis fanerik ini dapat dibedakan
menjadi:
Ø Halus (fine), apabila ukuran diameter butir
kurang dari 1 mm.
Ø Sedang (medium), apabila ukuran diameter
butir antara 1 – 5 mm.
Ø Kasar (coarse), apabila ukuran diameter butir
antara 5 – 30 mm.
Ø Sangat kasar (very coarse), apabila ukuran
diameter butir lebih dari 30 mm.
·
Afanitik
Besar
kristal-kristal dari golongan ini tidak dapat dibedakan dengan mata biasa
sehingga diperlukan bantuan mikroskop. Batuan dengan tekstur afanitik dapat
tersusun oleh kristal, gelas atau keduanya. Dalam analisis mikroskopis dapat
dibedakan:
Ø Mikrokristalin, apabila mineral-mineral
pada batuan beku bisa diamati dengan bantuan mikroskop dengan ukuran butiran
sekitar 0,1 – 0,01 mm.
Ø Kriptokristalin, apabila mineral-mineral
dalam batuan beku terlalu kecil untuk diamati meskipun dengan bantuan
mikroskop. Ukuran butiran berkisar antara 0,01 – 0,002 mm.
Ø Amorf/glassy/hyaline, apabila batuan beku
tersusun oleh gelas.
c)
Bentuk Kristal
Bentuk
kristal adalah sifat dari suatu kristal dalam batuan, jadi bukan sifat batuan
secara keseluruhan.
Ditinjau
dari pandangan dua dimensi dikenal tiga bentuk kristal, yaitu:
·
Euhedral: apabila batas dari mineral adalah bentuk asli dari
bidang kristal.
·
Subhedral: apabila sebagian dari batas kristalnya sudah tidak
terlihat lagi.
·
Anhedral: apabila mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal
asli.
Ditinjau
dari pandangan tiga dimensi, dikenal empat bentuk kristal, yaitu:
·
Equidimensional: apabila bentuk kristal ketiga dimensinya
sama panjang.
·
Tabular: apabila bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari
satu dimensi yang lain.
·
Prismitik: apabila bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari
dua dimensi yang lain.
·
Irregular: apabila bentuk kristal tidak teratur.
2.
Hubungan Antar Kristal
a)
Equigranular
Yaitu
apabila secara relatif ukuran kristalnya yang membentuk batuan berukuran sama
besar. Berdasarkan keidealan kristalnya, terbagi menjadi 3 yaitu:
·
Panidiomorfik: seluruhnya tersusun atas mineral-mineral
yang euhedral.
·
Hipidiomorfik: seluruhnya tersusun atas mineral-mineral
yang subhedral.
·
Allotriomorfik: seluruhnya tersusun atas mineral-mineral
yang anhedral.
b) Inequigranular
Yaitu apabila ukuran butir kristalnya sebagai
pembentuk batuan tidak sama besar.
·
Mineral/butir
yang besar disebut fenokris
·
Mineral/butir
yang kecil disebut matriks
3)
Struktur Batuan Beku
Struktur
adalah kenampakan batuan secara makro yang meliputi kedudukan lapisan yang jelas/umum
dari lapisan batuan.
a)
Struktur Batuan Beku Instrusif (membeku di luar kerak bumi)
·
Masif:
memperlihatkan keseragaman massa batuan, menunjukkan adanya aliran jejak gas
(tidak menunjukkan adanya lubang-lubang) dan tidak menunjukkan adanya sesar atau
fragmen yang tertanam dalam tubuh batuan beku
·
Sheeting
joint: memperlihatkan adanya lapisan
·
Columnar
joint: memperlihatkan adanya batuan terpisah polygonal seperti
batang pensil
·
Pillow
lava: menyerupai bantal yang bergumpal-gumpal akibat
pembekuan pada lingkungan air
·
Vesikuler:
struktur yang berlubang-lubang akibat keluarnya gas pada waktu pembekuan magma.
Lubang tersebut menunjukkan arah yang teratur
·
Amigdaloidal:
struktur vesikuler yang kemudian terisi oleh mineral sekunder seperti kalsit,
kuarsa, silikat
·
Skoria:
struktur yang sama dengan struktur vesikuler tetapi lubang-lubangnya besar dan
menunjukkan arah yang tidak teratur
·
Xenolitis:
memperlihatkan adanya fragmen/pecahan batuan lain yang masuk dalam batuan yang
mengintrusi
b)
Struktur Batuan Intrusif
·
Diskordan
(struktur batuan beku yang memotong per lapisan)
Ø
Batholit:
memiliki ukuran yang sangat besar (> 100 km2) dan membeku pada
kedalaman yang besar
Ø
Stock:
seperti batholit tapi dimensi lebih kecil (< 10 km2), bentuknya
tidak beraturan dan merupakan penyerta suatu tubuh batholit bagian atas
Ø
Volcanic
neck: pipa pada gunung api dan berbentuk silindris
Ø
Dyke:
disebut juga dengan gang, berbentuk tabular sebagai lembaran yang kedua sisinya
sejajar memotong struktur
·
Konkordan
(struktur batuan beku yang sejajar per lapisan)
Ø
Sill:
sejajar pada perlapisan batuan yang ditembusnya
Ø
Lakolit:
sejenis dengan sill, bagia atas melengkung dan bagian bawah mendatar, dapat
tersingkap ke permukaan oleh tenaga endogen/eksogen
Ø
Lopolit:
mirip dengan lakolit hanya saja bagian atas dan bawahnya cekung ke atas
Demikian
penjelasan mengenai karakteristik dari batuan beku. Semoga bermanfaat !!!