By
All About Knowledge
at
August 04, 2017
Sebelumnya saya telah membahas mengenai
pengertian dan sifat-sifat lipid (lemak). Dimana Lipid merupakan kelompok heterogen dari senyawa yang lebih
berkerabat karena sifat fisiknya dibandingkan sifat kimianya. Pada kesempatan
kali ini saya akan menjelaskan mengenai fungsi dan bagaimana mekanisme
metabolisme dari lipid itu sendiri. Silakan disimak ya :D
Secara umum dapat dikatakan bahwa lemak memenuhi fungsi dasar bagi manusia, yaitu menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. Dimana 1 gram lemak menghasilkan 39,06 Kilojoule atau 9,3 kcal.
Lemak mempunyai fungsi seluler dan komponen struktural pada membran sel yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air, ion dan molekul lain, keluar dan masuk ke dalam sel.
Selain itu, lipid juga menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada prostaglandin dan steroid hormon dan kelenjar empedu. Berfungsi sebagai suspensi bagi
vitamin A, D, E dan K yang berguna
untuk proses biologis dan sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital
dan melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.
Merupakan tempat
untuk menyimpan energi, sebagai sumber zat untuk sintese bagi hormon, kelenjar
empedu serta menujang proses pemberian signal-signal transducing dan sebagai
transportasi metabolik sumber energi.
Memiliki peranan
penting yaitu sebagai struktur dasar atau komponen utama
dari membran semua jenis sel, sebagai penghasil energy, sebagai
pelindung lipida disekitar ginjal, sebagai alat transport dalam darah dan sebagai penyusun membran.
Metabolisme Lipid
Proses
metabolisme di
dalam tubuh baik yang berasal dari karbohidrat, protein, dan lemak berfungsi
untuk menghasilkan energi tubuh
untuk bergerak dan memenuhi kebutuhan energi di dalam sel. Karena itu semua
proses metabolisme tersebut, asetil Ko A memiliki peranan yang sangat besar
dalam menghasilkan energi.
Metabolisme
Lemak merupakan
proses tubuh untuk menghasilkan energi dari asupan lemak setelah masuk
menjadi sari-sari makanan dalam tubuh. Dalam
memetabolisme lemak menjadi energi kita membutuhkan bantuan glukosa dari karbohidrat.
Karena itu, tubuh kita cenderung
menuntut makan yang manis-manis setelah makan makanan yang kaya akan lemak. Lemak dalam tubuh kita akan masuk ke
dalam proses metabolisme setelah melewati tahapan
penyerapan, sehingga bentukan lemak yang memasuki jalur metabolisme lemak
dalam bentukan trigliserida
(trigliserida adalah bentuk simpanan lemak tubuh).
Dalam bentuk trigliserida, lemak disintesis menjadi asam lemak dan glliserol, seperti yang dijelaskan pada gambar
dibawah. Asam lemak dan gliserol ini lah yang masuk kedalam proses metabolisme
energi. Pada prosesnya, gliserol dan asam lemak memerlukan glukosa untuk memasuki siklus krebs atau biasanya dikenal dengan
TCA, dengan memasuki siklus ini gliserol dan asam lemak dapat diubah menjadi
energi, seperti dijelaskan pada gambar jalur metabolisme lemak di bawah ini.
Asam lemak hasil sintesis lemak
hanya terdiri dari pecahan 2-karbon,
karena itu sel tubuh tidak dapat membentuk glukosa dari asam lemak, begitupun
dengan gliserol, karena gliserol hanya merupakan 5% dari lemak. dengan
demikian, sel tubuh tidak dapat membentuk glukosa dari lemak.
Karena tubuh tidak dapat membentuk glukosa
dari lemak maka organ tubuh tertentu seperti sistem saraf tidak dapat mendapat
energi dari lemak, dan karena hal itu pula proses pembakaran lemak tubuh
membutuhkan proses yang panjang, salah satunya harus membutuhkan bantuan glukosa.
Berikut
ini adalah gambaran proses metabolisme lemak menjadi energi
Gambar diatas menjelaskan bahwa asam lemak dan gliserol yang merupakan
hasil sintesis lemak memasuki proses
metabolisme energi dengan bantuan proses glikolisis.
Demikian mengenai pengertian fungsi dan
metabolisme dari lipid (lemak). Semoga bermanfaat ya.
No comments:
Post a Comment